Pengecut
Aku menatap langit-langit dengan kosong. Tanpa ada lagu, dan gumaman khas malam. Aku sedang berpikir tentang banyak hal yang tak bisa kupilih tapi ia melintas acak. Dan kebetulan, kamu objeknya.
Aku tak habis pikir setelahnya, ku tarik napas dalam-dalam, ku pikir itu membantuku untuk mengusir dia hilang tapi malah sebaliknya. Lamunanku terus membuat sarangnya untuk kamu.
Aku pikir kamu adalah seorang pengecut; Tidak bisa beri jaminan untuk hari kemudian setelah kemarin kamu buat hati ini tertawan.
Berkali-kali aku telaah semua kata yang kamu berikan kemarin malam seolah menyeruak dalam pikiran dan mendoktrinku untuk percaya bahwa kamu sedang dalam ketakutan.
Kamu--seorang pengecut yang ketakutan. Terlebih dengan masa yang akan datang...(Belum Selesai)
Aku tak habis pikir setelahnya, ku tarik napas dalam-dalam, ku pikir itu membantuku untuk mengusir dia hilang tapi malah sebaliknya. Lamunanku terus membuat sarangnya untuk kamu.
Aku pikir kamu adalah seorang pengecut; Tidak bisa beri jaminan untuk hari kemudian setelah kemarin kamu buat hati ini tertawan.
Berkali-kali aku telaah semua kata yang kamu berikan kemarin malam seolah menyeruak dalam pikiran dan mendoktrinku untuk percaya bahwa kamu sedang dalam ketakutan.
Kamu--seorang pengecut yang ketakutan. Terlebih dengan masa yang akan datang...(Belum Selesai)
Komentar
Posting Komentar