Penanggung Karma

Percayakah kau? Pada kata bernama "Karma" ? Atau, yang kau tau adalah kutukan? Atau, yang kau yakini adalah pembalasan dari Tuhan?.

Kalau kau tanya aku, aku akan jawab, "iya, aku percaya". Lantas, di mana letak ajaibnya?.

Karma, yang kutau adalah sebuah keyakinan yang lahir dari sebuah agama bernama Hindu. Banyak orang bilang karma tak melulu soal pembalasan langsung terhadap dirimu. Tapi, bisa jadi, terhadap orang di sekitarmu.

Aku--sebagai orang yang selalu gagal dalam masalah cinta--misalnya, menganggap karma adalah sebuah pembalasan dari orang-orang yang merasa dirinya disakiti oleh mereka yang dekat denganku.
Padahal, kalau aku boleh bilang, aku tidak pernah melakukan kesalahan yang berarti dalam hubungan yang aku jalani. Aku jalani selayaknya apa yang harus dijalani. Selainnya, justru pasangankulah yang melakukan hal diluar batas nalar dari kedua belah pihak yang punya komitmen satu sama lainnya.

Sedih? Ya, tentu saja. Apalagi banyak orang bilang kalau semua kegagalan ini adalah ulah dari sepupuku sendiri. Kami bagai bumi dan langit; dia cantik, dan supel sekali. Dia banyak didekati lelaki, sedangkan aku hanya diingini ketika aku sedang punya hubungan dengan orang lain. Diluar itu? Tidak ada.
Aku menyayanginya, sama seperti dia menyayangiku. Sampai sewaktu-waktu pernah terjadi perang dingin antara kami karena berebut perhatian pada seorang lelaki yang sama. Tebak siapa yang menang? Ya, bukan aku tentunya.

Waktu berlalu mengajarkan kami untuk mentolerir semuanya. Bila mengingatnya, anggap saja itu semua lelucon. Tapi, masalahnya saat ini bukan tentang perang dingin lagi, akan tetapi tentang penanggung karma.

Beberapa laki-laki cukup banyak yang sakit hati karena ulahnya. Tapi aku maklum, sejatinya lelaki yang ia pacari memang patut untuk ditinggalkan. Kembali lagi ke hati, siapa yang tahu?.

Hari demi hari berlalu, si penanggung karma punya banyak pilihan yang silih berganti. Tapi lagi-lagi siapa yang tersakiti? Ya, si penanggung karma ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

First Blog

Pengecut