Postingan

Menampilkan postingan dari 2016
Aku, Kamu. Aku tidak lebih pintar dari siapa pun. Tidak juga kamu. Bahkan aku tidak lebih pintar dari diriku sendiri. Wanita bodoh ini masih saja bersikeras percaya,  Bahwa kamu, Adalah orang yang akan kembali ke masa lalu--Saat kita pertama bertemu. Wanita bodoh ini masih saja bersikeras membantu segala yang kamu butuh. Bahkan waktu, materi, dan tenaganya bukan lagi miliknya. Wanita bodoh ini tidak berharap untuk kamu bisa merasakan, Kalau melihat saja kamu tidak mampu. Wanita bodoh ini tak pernah sekalipun bertemu orang sepertimu. Yang dipaksa merasa malah menguatkan logika. Yang dipaksa mendekat malah menjauhi jarak. Wahai kamu, Yang hatinya kaku, beku, membaja, membatu. Semoga kamu selalu begitu. Pada setiap kepingan hati yang kamu rebut pada malam hari, Dan tidak pernah mengembalikannya sampai ribuan malam lagi. 

Pengecut

Aku menatap langit-langit dengan kosong. Tanpa ada lagu, dan gumaman khas malam. Aku sedang berpikir tentang banyak hal yang tak bisa kupilih tapi ia melintas acak. Dan kebetulan, kamu objeknya. Aku tak habis pikir setelahnya, ku tarik napas dalam-dalam, ku pikir itu membantuku untuk mengusir dia hilang tapi malah sebaliknya. Lamunanku terus membuat sarangnya untuk kamu. Aku pikir kamu adalah seorang pengecut; Tidak bisa beri jaminan untuk hari kemudian setelah kemarin kamu buat hati ini tertawan. Berkali-kali aku telaah semua kata yang kamu berikan kemarin malam seolah menyeruak dalam pikiran dan mendoktrinku untuk percaya bahwa kamu sedang dalam ketakutan. Kamu--seorang pengecut yang ketakutan. Terlebih dengan masa yang akan datang...(Belum Selesai)

Penanggung Karma

Percayakah kau? Pada kata bernama "Karma" ? Atau, yang kau tau adalah kutukan? Atau, yang kau yakini adalah pembalasan dari Tuhan?. Kalau kau tanya aku, aku akan jawab, "iya, aku percaya". Lantas, di mana letak ajaibnya?. Karma, yang kutau adalah sebuah keyakinan yang lahir dari sebuah agama bernama Hindu. Banyak orang bilang karma tak melulu soal pembalasan langsung terhadap dirimu. Tapi, bisa jadi, terhadap orang di sekitarmu. Aku--sebagai orang yang selalu gagal dalam masalah cinta--misalnya, menganggap karma adalah sebuah pembalasan dari orang-orang yang merasa dirinya disakiti oleh mereka yang dekat denganku. Padahal, kalau aku boleh bilang, aku tidak pernah melakukan kesalahan yang berarti dalam hubungan yang aku jalani. Aku jalani selayaknya apa yang harus dijalani. Selainnya, justru pasangankulah yang melakukan hal diluar batas nalar dari kedua belah pihak yang punya komitmen satu sama lainnya. Sedih? Ya, tentu saja. Apalagi banyak orang bil...